Breaking News

Sabtu, 21 Desember 2013

puisi pesan ibu

Anakku, lahirlah engkau, untuk selalu membaca:Dunia ini musti sekolahmu, hidup ini pelajaranmu.Entah siang entah malam, bacalah langit bersamamentarinya, rembulan, gemintang, awan, hujan—dan bacalah bumi nan selalu ceria dengan anginnya,samodera, gunung, hutan, hewan, pun bebatuan,pepohonan, pesawahan. Bacalah (tentang) insan:apa yang dimakan, simak, pikir-rasakan, ucapkan danlakukan—dan bagaimana insan arungi riak-riak hayat:entah malam entah siang.
Suatu saat kala semua kauwujudkan dalam hiduppasti ‘kan kaulihat betapa cuma sebutir zarah engkaudi hamparan gurun pengetahuan yang tanpa batasatau di balik rahasia kalbu yang tak terungkapkan‘tuk sekedar tahu Siapa pencipta semua dan bagaimana;atau, lebih mudahnya, mengapa ikan hidup di air danmengapa mereka itu berlainan kelamin—Mengapa?
Namun, anakku, kau pun terlahir  untuk s’lalu bernyanyi:Kebenaran adalah lagumu, sikap-lakumu denting melodicinta kasih menjadi lirikmu, nadamu berwujud damaidan, ingatlah, kemanusiaan itu inspirasi, pun aspirasi…
Lalu, bicaralah singkat, Nak, tetapi benar dan bijakbukan  ujaran berdaftar kata-kata yang tanpa makna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By